Thursday, 31 March 2016

Berbahagialah Apa Yang Dimiliki dan Apa Yang Dijalani


Allah berfirman dalam QS Ibrahim, ayat 7:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat "

Banyak sekali dan tak terhitung nikmat Allah yang diberikan kepada kita dan kita harus/wajib mensyukurinya. Bagaimana caranya? Rosulullah SAW menerangkan cara melakukannya dengan melakukan kerja sosial, yaitu:  
  1. Mendamaikan orang yang bersengketa. 
  2. Membantu menaikan orang/barang ke atas kendaraan. 
  3. Berkata-kata yang baik. 
  4. Pergi ke Masjid untuk menunaikan shalat jamaah. 
  5. Menyingkirkan gangguan dari jalan umum, spt duri, batu, kulit pisang, dsb.
Kesemuanya itu disebut shodaqoh/sedekah. Jadi tidak harus materi uang, pakaian, makanan, dsb. Orang yang pandai bersyukur insyaallah hidupnya bahagia. Karena itu syukurilah apa yang dimiliki saat ini walaupun tidak disukai. Dimana kebahagian itu? Kebahagian itu berada di dalam Hati manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi jauh mencari kebahagian itu.

"Orang yang pandai bersyukur insyaallah hidupnya bahagia"

Oleh karena itu "Apa yang dicari dalam hidup ini............
"KEBAHAGIAN ".

Yaitu:
Berbahagialah (Bersyukurlah) apa yang sekarang DIMILIKI dan apa yang DIJALANI (tidak melanggar norma). Kuncinya adalah hati yang bersih, Ikhlas dan pikiran yang jernih bukan hati yang ditutupi pikiran buruk. Demikian, semoga Allah SWT memberikan kepada kita kebahagian dunia dan akhirat. Amin.

We All Must Move from A greed Economy to A green Economy


We all must move from a greed economy to a green economy”. Sebuah paparan ideologi yang sangat berkesan dan mendalam bagi kita yang bisa memahami dan memaknai tentang keberlangsungan kehidupan kita di muka bumi ini. Sebuah ideologi yang membuka mata hati bagi para pejuang kebenaran untuk mewujudkan masyarakat madani yang adil dan makmur.

Judul tersebut adalah tema paparan orasi ilmiah Bapak Presiden Republik Indonesia ke 6 dalam upacara dies natalies Universitas Negeri Semarang ke 51 di Semarang. Melalui orasi ilmiah dengan tema tersebut, Bapak SBY menyampaikan pesan kepada kita semua baik di Indonesia dan Dunia bahwa prinsip ekonomi yang telah ada dari tahun abad 19, dengan prinsip ekonomi pasar secara tidak langsung dan kita sadari berdampak pada adanya kerusakan alam dan peradaban manusia secara simultan. Kerusakan laut, hutan, gunung, perkotaan, lingkungan yang sekarang ini adalah sebuah wujud hasil dari kebebasan ekonomi yang hanya dengan berprinsip pada pasar. Mereka para kapitalisme mengembangkan ekonomi sebesar-besarnya tanpa memperdulikan keberlangsungan alam dan lingkungan bumi kita sebagai warisan bagi anak cucu kita.  Apabila prinsip ekonomi yang seperti itu tidak dikendalikan dan dicegah, perlahan tapi pasti degradasi peradaban manusia, kerusakan alam dan lingkungan di muka bumi ini tidak dapat dielakkan lagi. Apa yang akan kita berikan untuk anak cucu kita sebagai pewaris peradaban di bumi ini.

“we all must move from a greed economy to a green economy

Bapak SBY mengajak kepada kita semua, kepada para pemangku kepentingan, pemerintah, para pengusaha untuk mengideologikan prinsip green economy. Sebuah ideologi pembangunan ekonomi yang besar dan berkelanjutan dengan tidak mengabaikan degradasi peradaban manusia dan kerusakan alam dunia. Hanya dengan seperti itu, pertumbuhan ekonomi yang besar bisa menghasilkan ekonomi yang hijau dan merata bagi seluruh umat manusia. Rasa adil dan makmur sebagai bentuk nyata yang kita wariskan kepada anak cucu kita tanpa adanya kerusakan peradaban manusia dan alam di dunia ini.

Semoga. 

Cara Mendaftarkan Anggota Tambahan BPJS Kesehatan bagi Keluarga Kita


Bagi pemegang kartu BPJS Kesehatan sebagai peserta Pekerja Penerima Upah seperti PNS, TNI/Polri, Karyawan BUMN/ BUMND, atau Karyawan Swasta, ada kabar gembira bahwa peserta BPJS Kesehatan tersebut dapat menambahkan tambahan anggota keluarganya. Tambahan anggota peserta disini seperti orang tua, mertua, saudara, keponakan, anak angkat, orang tua angkat, pembantu rumah tangga. Tambahan anggota tambahan tersebut hanya dengan iuran BPJS Kesehatan sebesar 1% dari gaji pemegang peserta BPJS Kesehatan Pegawai Penerima Upah. Sesuai dengan Peraturan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 32 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pendaftaran dan Pembayaran Iuran bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan Pekerja, bahwa peserta BPJS Kesehatan dapat menambahkan tambahan anggota peserta BPJS Kesehatan.

Bagaimana sih caranya untuk mendaftarkan tambahan anggota bagi keluarga kita, dengan iuran yang besarnya 1% dari gaji kita, tambahan anggota peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan fasilitas yang sama seperti peserta utama. Sebagai contoh, Bpk. A adalah seorang PNS dengan golongan ruang III/c, sebagai peserta BPJS Kesehatan, maka Bpk. A masuk pada golongan kelas kesehatan 1. Bpk. A bermaksud menambahkan kedua orang tuanya sebagai anggota tambahan BPJS Kesehatan, maka Bpk. A akan dikenakan iuran sebesar 1% untuk tambahan anggota tersebut. Walaupun Bpk. A dikenakan iuran sebesar 1% namun tambahan anggota yang didaftarkan tersebut mendapatkan fasilitas yang sama seperti Bpk. A yaitu pada kelas 1. Cukup istimewa bukan?

Beberapa syarat-syarat yang harus disiapkan untuk mendaftarkan anggota tambahan, yaitu:
  1. Formulir isian pendaftaran anggota tambahan
  2. Fotocopy KTP anggota tambahan
  3. Fotocopy Kartu Keluarga anggota tambahan
  4. Pasfoto 3x4 warna anggota tambahan
  5. Fotocopy Kartu Peserta BPJS Peserta Utama
  6. Fotocopy Kartu Keluarga Peserta Utama
  7. Fotocopy Rekening tabungan peserta utama
  8. Slip gaji peserta utama

Bawa semua berkas persyaratan tersebut ke Cabang BPJS dari Peserta Utama. Langsung ke bagian pendaftaran. Tunggu 14 hari kemudian untuk aktivasi keanggotan BPJS Kesehatan tambahan tersebut. Setelah 14 hari, kartu BPJS tersebut sudah dapat digunakan.

Cukup mudah bukan, yuk kita daftarkan anggota keluarga kita yang belum terdaftar pada BPJS Kesehatan. Untuk kesehatan sepenuhnya bagi seluruh anggota keluarga besar kita yang kita sayangi.

Perpanjangan Batas Waktu SPT Elektronik sampai 30 April 2016


Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan RI telah mengumumkan dengan Nomor PENG-03/PJ.09/2016 tentang Pelaporan Pajak Elektronik Sampai Dengan 30 April 2016 Tidak Dikenakan Sanksi, sesuai dengan pengumuman tersebut, bagi wajib pajak yang ingin melaporkan SPT pribadi secara elektronik dapat diperpanjang sampai dengan 30 April 2016. Pengisian SPT elektronik dari tgl 31 Maret sampai dengan 30 April 2016 tidak dikenakan sanksi. Dengan adanya kesempatan dan kelonggaran ini diharapkan semua wajib pajak dapat mentaati dengan tertib pajak sebagai bentuk komitmen kita untuk membangun bangsa dan negara. Berikut adalah kutipan resmi dari pengumuman yang disampaikan oleh Ditjen Pajak tersebut:

Sehubungan dengan kendala di sistem pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara Elektronik (e-filing dan e-SPT), Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Ditjen Pajak memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Wajib Pajak atas antusiasme melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi secara elektronik.
  2. Ditjen Pajak menyampaikan permohonan maaf terkait kendala teknis di sistem pelaporan tersebut yang mengakibatkan proses pelaporan SPT Tahunan secara elektronik menjadi terhambat.
  3. Untuk mengakomodasi permasalahan tersebut, Direktur Jenderal Pajak telah mengeluarkan Keputusan Dirjen Pajak Nomor KEP-49/PJ/2016 tentang Pengecualian Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda Atas Keterlambatan Penyampaian SPT bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang Menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi Elektronik.
  4. Melalui Keputusan Dirjen Pajak tersebut, Wajib Pajak orang pribadi yang menyampaikan SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2015 secara elektronik setelah 31 Maret 2016 dan tidak melewati 30 April 2016 dikecualikan dari pengenaan sanksi administrasi berupa denda atas keterlambatan penyampaian SPT.
  5. Diharapkan dengan adanya keputusan tersebut, Wajib Pajak dapat lebih leluasa melaporkan pajak secara elektronik sampai dengan 30 April 2016 tanpa dikenakan sanksi administasi.
Demikian disampaikan, agar masyarakat mengetahui dan memahaminya.

Masa Muda Adalah Masa Terbaik Untuk Menggapai Cita


Bagaikan si penggembala pemula yang sampai pada hamparan padang rumput yang siap mengenyangkan gembalaanya. (diperlihatkan segala keindahan dan kemewahan dunia).

Bagaikan mata penggembala yang melihat rumput, buah-buahan, binatang liar, air terun, dan tebing-tebing,  juga yang selainnya. (apakah masa tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk bekal nanti?).

Apakah penggembala bisa memanfaatkan tempat tersebut sebagaimana awal tujuanya.?? atau dia akan terlena oleh berbagai keindahan dan kemewahan disana, sehingga dia lupa bahwa dia sedang menggembalakan ternak. Apakah dia lupa bahwa nanti sore dia harus pulang bersama ternak ternaknya.??? ataukan dia terlena ditempat tersebut dan bahkan bermain-main dengan binatang buas atau bermain-main di tebing yg membahayakan keselamatanya. Lalu bagaimana jika dia sampai mati disana.??

Intinya adalah bahwa kehidupan muda kita di dunia bagaikan seperti itu. Penuh dengan perhiasan dan keindahan yang membuat kita bisa lupa kemana tujuan kita sesungguhnya.

Monday, 21 March 2016

Jadilah Seorang Penyeru Kebaikan Bukan Hanya Sekedar Menjadi Orang Baik Saja


Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)? Orang Baik melakukan kebaikan untuk dirinya. Sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan orang lain. Orang baik dicintai manusia. Penyeru Kebaikan dimusuhi manusia.

Mengapa demikian? Rasulullah SAW sebelum diutus beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik. Namun ketika Allah mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya tukang sihir, pendusta, gila.. dsb.

Karena Penyeru Kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan. Itulah sebabnya kenapa Luqmanul Hakim menasihati anaknya agar bersabar ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan. Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu (Qs. Luqman: 18).

Berkatalah ahli hikmah: Satu Penyeru Kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik. Karena melalui Penyeru Kebaikan itulah Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri. Allah SWT berfirman:
"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah Para Penyeru Kebaikan.." Allah tidak berfirman; "...Orang Baik (Sholih)"

Maka jadilah Penyeru Kebaikan, jangan merasa puas hanya sebagai Orang Baik saja...

Friday, 18 March 2016

Doa Tambahan Khatam Al-Quran


Yaa Allah... Sayangilah kami dengan sebab membaca Al-Qur’an, jadikanlah ia sebagai pembimbing, cahaya petunjuk, dan rahmat bagi kami. Yaa Allah ingatkanlah kami pada sesuatu yang kami lupa dan ajarkan kepada kami apa yang kami tidak tahu karena sebab membacanya, dan jadikanlah ia sebagai benteng bagi kami wahai Dzat yang menguasai alam semesta.

Yaa Allah... Sinarilah hati kami karena membaca Al-Qur’an, hiasi akhlak kami dengan keagungannya, perindah amal kami dengan sebab selalu ingat kepadanya, putihkan wajah kami karena kebaikannya, selamatkan kami dari siksa neraka karena kemuliaannya, masukanlah kami kedalam surgaMu dengan syafa’at darinya.

Semoga yang punya mimpi & keinginan segera dikabulkan. Semoga yang sedang sakit diangkat penyakitnya. Semoga yang sedang diberi ujian dengan kehilangan, kesulitan dan masalah lain segera Allah berikan jalan keluar terbaik "wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib". Semoga yang belum menikah segera dipertemukan dengan jodohnya, yang belum memiliki anak segera Allah karuniai, dan yang ingin menambah anak di ijabah oleh Sang Pemberi Karunia. Semoga rizki kita halalan thoyyibah, ilmu kita bermanfaat dan ibadah kita diterima. Semoga hari esok kita bisa lebih baik sebagai hamba-Nya. Dan semoga yg sakit diberi kesembuhan.


Aamiin ...

Thursday, 17 March 2016

Pilihan Kita Boleh Baik, Tapi Pilihan Allah Adalah Yang Terbaik


Mungkin kebanyakan kita mengira bahwa pertemuan terindah dengan jodoh yang tidak ada pertamuan yang lebih indah dari pada itu adalah ketika kita jatuh cinta pada seseorang kemudian orang itu balas mencintai kita lalu menikah dan kemudian  membangun keluarga yang samara. Itu jelas indah tidak ada seorangpun yang mengingkari keindahannya.

Tapi tahukah kita ada sesuatu yang tersembunyi yang jauh lebih indah dari pada apa yang kita dambakan yaitu tatkala do'a kita tidak terkabul kemudian Allah ganti dengan sesuatu yang jauh lebih indah dari apa, yang kita minta Allah hadiahkan yang Istimewa. 

Ketika kita jatuh cinta pada seseorang tapi seseorang itu tidak balas mencintai kita, memang pasti kita merasa sedih yang teramat dalam. Tapi tatkala kita tetap taat istiqomah dijalan-Nya, Maka yakinlah insyaa Allah, Allah akan anugerahkan seseorang yang taat, yang mencintai kita karena-Nya. 

Ingatkah kita kisah Hafshah binti Umar ketika Umar pergi ke rumah Abu Bakar dan meminta kesediaannya untuk menikahi putrinya. Akan tetapi, Abu Bakar diam, tidak menjawab sedikit pun. Kemudian Umar menemui Utsman bin Affan dan meminta kesediaannya untuk menikahi putrinya. Akan tetapi, pada saat itu Utsman masih berada dalam kesedihan karena istrinya, Ruqayah binti Muhammad, baru meninggal. Utsman pun menolak permintaan Umar.

Kemudian Rencana Allah lah yang berlaku hafshah menikah dengan orang yang paling utama Sejagat Raya, Rasulullah Shallalahualaihi wa sallam. Sungguh indah bukan ketika Allah tidak mengabulkan permintaan kita bukan berarti Allah tidak sayang tapi hendak menggantinya dengan yang lebih baik. 

Jadi janganlah putus asa apabila cinta tak terbalas yakinlah Allah akan datangkan orang yang jauh lebih baik dari apa yang memang ditakdirkan bukan untuk kita. Ini berlaku jika kita istiqomah mencintai Allah dalam ketaatan.

Jika suatu saat nanti kita menikah dengan orang yang memang kita dambakan, maka bersyukurlah Allah telah baik menjadikannya kenyataan. Dan jika suatu saat nanti kita kecewa atau mungkin saat ini kita sedang patah hati, bersabarlah dan tetaplah Istiqomah dijalan-Nya sebab jatuh cinta sebelum menikah adalah cobaan, terlepas dia jodoh kita atau bukan. Pilihan kita boleh baik, tapi pilihan Allah adalah yang terbaik.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (Qs.Al-Baqarah:216).

Bukan cinta yang memilihnya, tapi Allah yang memilihnya untuk kau cintai maka Tunggulah cinta dalam ketaatan, maka orang yang taat akan menjemputmu dengan cinta. Semoga..

Tuesday, 15 March 2016

Manfaatkanlah Masa Mudamu Sebelum Tiba Masa Tuamu


Kesibukan kita sehari-hari terkadang banyak menyita tenaga dan pikiran yang mengantarkan terciptanya keadaan kelelahan, baik fisik maupun psikis. Muara dari keadaan ini akan menimbulkan rasa malas dan kebosanan terhadap perilaku kita dalam melakukan suatu hal lainnya. Sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang ditunda atau mengulur waktu akibat dari timbulnya rasa malas dan kelelahan ini.

Betapa seringnya kita gagal melakukan perbuatan baik hanya karena menundanya. Waktu yang kita miliki hanyalah saat ini, sedangkan nanti, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Bisa jadi, nanti kita tidak lagi memiliki masa luang, jatuh sakit, menjadi miskin, menjadi tua dan lemah, atau keburu direnggut maut.

Rosulullah bersabda : “Manfaatkan lima hal sebelum datang lima yang lain. Manfaatkanlah masa mudamu sebelum tiba masa tuamu, masa sehatmu sebelum tiba masa sakitmu, masa kayamu sebelum tiba masa miskinmu, masa luangmu sebelum tiba masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum tiba ajalmu.”

Hadis diatas sangatlah jelas untuk tidak menunda-nunda suatu kebaikan. Dengan memanfaatkan waktu yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kita dengan sebaik-baiknya. Gunakanlah waktu sehat kita dengan sebaik-baiknya tanpa melampaui batasan tertentu dari kadar kekuatan fisik kita. Gunakanlah harta yang kita miliki dalam beribadah kepada Allah SWT sebelum anugerah harta itu diambil lagi oleh Yang Maha Pemberi. Gunakanlah waktu luang kita dengan kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain, dan gunakanlah waktu muda kita dengan kebaikan sebaik-baiknya untuk keberlangsungan kebaikan masa-masa tua kita. 

Monday, 14 March 2016

Pernahkah Terpikir Saat Gerhana Akan Tidak Terjadi Lagi


Pernahkah terpikir saat gerhana akan terjadi, bagaimana jika mentari tak lagi menampakkan diri? Gelap tak lagi bermuara pada terang, cahaya siang tenggelam selamanya. Tak ada lagi pendar cahaya mentari yang menghangatkan. Bayangan hilang ditelan gulita. Dunia menjelma gelap yang tak berkesudahan. Masihkah terpikir untuk menyambut gerhana dengan pesta pora?

Bagaimana bila fenomena langka ini adalah tanda, bahwa akhir kehidupan manusia sudah sangat dekat. Tanda bahwa dunia sudah renta dan tinggal menunggu waktu untuk meregang nyawa. Tanda bahwa zaman sudah mendekati batas akhir yang sebenarnya.

Peringatan agar manusia bersiap untuk kepulangan yang tak mengenal kata kembali. Masihkah kita akan tertawa untuk kesenangan duniawi yang fana? Bagaimana bila waktu berhenti di detik ketika segalanya menjadi gelap? Detak jam tak lagi terdengar, hembus angin menderu memekakkan telinga. Dunia berguncang dan kita tak bisa melihat kemana harus berlari. Bagaimana bila dalam gelap alam tak lagi mau menjadi sahabat manusia? Berbalik melontarkan serangan yang membuat segalanya tak bersisa. Masihkah kita akan larut dalam kelalaian yang membinasakan?

Bukan pesta pora yang seharusnya dilakukan untuk 'menikmati' fenomena langka bernama gerhana, melainkan rukuk dan sujud yang lebih lama dan lebih khusyuk dari biasanya. Bukan kacamata khusus yang dibutuhkan saat gerhana, Kawan. Melainkan hati yang semakin takut pada-Nya, hingga ketakutan itu terus menerus membuat kita semakin mendekatkan diri pada-Nya.

Kawan, gerhana seharusnya menjadi peringatan untuk kita. Menjadi pengingat bahwa zaman sudah mendekati batas akhirnya. Fenomena langka ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita. Bahwa apa yang terlihat mustahil, menjadi sangat mungkin jika Allah sudah berkehendak. Jangan salah prioritas, Kawan. Menikmati gerhana dengan sujud penuh taubat akan terasa jauh lebih nikmat, dibandingkan menikmatinya dengan pesta pora tak bermakna.


Bukan.. Bukannya aku menakut-nakuti, Kawan. Aku hanya menyuarakan banyak pertanyaan 'bagaimana' yang berputar dalam pikiranku.

Tuesday, 8 March 2016

Rezekimu Akan Mendatangimu di Mana pun Kamu Berada


Seorang ulama dari Suriah bercerita tentang do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini...
"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats."

Apakah "bughats" itu...? Dan bagaimana kisahnya...?
"Bughats" adalah anak burung gagak yang baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yang disebut "bughats". Ketika sudah besar dia menjadi gagak (gurab).

Apa perbedaan antara bughats & gurab...?
Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih. Di saat induknya menyaksikannya, ia tidak terima itu anaknya, hingga ia tidak mau memberi makan dan minum, lalu mengintainya dari kejauhan saja. Anak burung kecil malang yang baru keluar dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang. Lalu bagaimana ia makan dan minum...?

Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya. Allah menciptakan aroma tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak yang dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat dan serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, dan ia pun memakannya... Subhanaallah...

Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh. Ketika itu barulah gagak mengetahui itu adalah anaknya, dan ia pun mau memberi makannya sampai tumbuh dewasa dan bisa terbang mencari makan sendiri. Secara otomatis aroma yang keluar dari tubuhnya pun hilang dan serangga-serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya. Dia-lah Allah Ar Razzaq Yang Maha Pemberi Rezeki...
"Kamilah yg membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan di dunia ini." (QS. Az-Zukhruf : 32)

Rezekimu akan mendatangimu di mana pun kamu berada, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:
"Sesungguhnya Malaikat Jibril menghembuskan di dalam perasaanku bahwa seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, takutlah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah. Jangan sampai keterlambatan rezeki membuatmu mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah kecuali dengan menta'atinya."

Makanya sebenarnya kurang pantas bila orang-orang beriman berebut rejeki dan seringkali tidak mengindahkan halal haramnya? Naudzubillah min dzalik... Ya Allah, Engkau Pemberi dan Penjamin Rezeki, karuniakanlah kepada kami rezeki yg halal dan barokah. Aamiin...

Friday, 4 March 2016

Didiklah Anak Kita dengan Kasih Sayang


Berita tentang kekerasan anak semakin ramai diberitakan baik media cetak maupun media elektronik. Hampir setiap tahun kasus kekerasan ini menjadi sorotan utama di media. Dari kasus kekerasan terhadap anak di dalam rumah tangga keluarga sampai dengan kasus kekerasan anak yang terjadi didunia pendidikan. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya kasus kekerasan terhadap anak ini semakin meningkat seiring dengan adanya realitas kesenjangan ekonomi dan sosial.

Sebagai orang tua kita tidak bisa menutup mata dengan berbagai kasus kekerasan anak ini. Seperti contoh kasus kematian yang menimpa seorang anak merupakan sebuah fakta akan kelengahan yang telah terjadi. Lingkungan keluarga menjadi faktor utama dalam membentuk karakter diri seorang anak.

Peran orangtua dalam mendidik anak adalah hal keniscayaan yang harus dilakukan di dalam keluarga. Apabila anak dididik dengan kekerasan, maka yang muncul darinya adalah tindakan serupa yang diterima ketika ia berada di luar lingkungan keluarga.  Sebaliknya, ketika anak diberikan nilai-nilai agama, kedisiplinan, norma dan sopan santun, empati terhadap sesama, maka yang dimunculkan oleh anak tersebut adalah hal yang serupa.

Setiap tindakan kekerasan yang dialami seorang anak dalam keluarganya, akan memberikan dampak psikis bagi si anak. Kekerasan yang diterimanya dan dilihatnya secara tanpa sadar akan diterapkan si anak ketika dirinya berada di lingkungan luar maupun di lingkungan sekolahnya.

Dengan fenomena-fenomena kekerasan yang terjadi terhadap anak ini. Kini saatnya peran orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk bersama-sama mengatasai kekerasan terhadap anak ini. Mari bersama-sama ciptakan budaya dan atmosfir yang damai, aman, dan kasih sayang bagi lingkungan anak baik di dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat tempat tinggal anak-anak kita.


Wednesday, 2 March 2016

Hijrahku adalah Jalan Baru Untuk Hidup Lebih Mulia


Salam cinta... Godaan saat berhijrah. Pernah ada niat yang menyurutkan langkah hijrahku, Terkadang tujuan menjadi wanita shalihah mendadak redup dan sayu, Tak jarang istiqomah dalam bersabar menjadi begitu berat dan kaku. Kemudian kuketuk lagi pintu hati, Membuka perlahan, mencari lagi niat yang suci, Apalagi kalau bukan ridho Sang Illahi.

Ya, Hijrahku adalah jalan baru untuk hidup lebih mulia, Saat masa lalu kelam banyak menuai dosa, Bersama hijrah ini mulai kusapu noda hati dalam istighfar setiap saat. Hijrahku adalah cahaya baru untuk jiwaku dan sesama, Saat diri ini berdiri sendiri di atas sunnah sedangkan mereka  belum mengenalinya, Temukan harapan baru bahwa mereka yang kita sayangi akan ikut menginginkan surga bersama-sama.

Hijrahku adalah peneduh hatiku dan sekitar, Kiranya dalam langkah hijrah tersulut pesakitan, luka dan kecewa, maka dalam keteguhan iman kuusahakan untuk tetap menatap bahagia, Keyakinan yang kuat bahwa Allah senantiasa ada.

Hijrahku adalah tabungan ilmu baru, Karena di dalamnya selalu berusaha kuraup segala ilmu dari segala penjuru, Memahami perintah-Mu dan ajaran Rasul-Mu satu per satu,
 Hingga bersama Al-Qur'an aku menjadi sangat butuh. Dan satu hal yang paling dalam aku rasakan,

Bersama hijrahku, aku mendekati-Mu dengan berjalan, Engkau menangkapku dengan ketenangan. Bersama hijrahku, aku seka perlahan dosa-dosaku,
 Engkau ampunkanku dan tetap Kau limpahkan sempurna nikmat-Mu.

Mengapa Kita Harus Mendekatkan Diri dengan Al-Qur'an?


Mengapa Kita Harus Mendekatkan Diri dengan Al-Qur'an?

Agar kita tersadarkan betapa pentingnya Al-Qur'an dalam kehidupan, sehingga kita merasa ringan dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an, baik saat membacanya, menghafalkannya dan seterusnya. Manusia yang hidup tanpa Al-Qur'an bagaikan mayat hidup yang berjalan dalam gelap gulitanya kehidupan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al An'am: 122)

Agar kita lebih siap dalam menegakkan Al-Qur'an dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan negara.

"Alif Laam Miim. Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hikmat, menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Luqman: 1-3)

Agar selama hidup ini terisi oleh Al-Qur'an yang memberikan jaminan kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah  dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi," (QS. Fathir: 29)

"Agar Allah  menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri." (QS. Fathir: 30)

Tuesday, 1 March 2016

Al-Quran: Takkan Kubiarkan Kau Pergi dari Hatiku


Pagi ini, ada tamu yang datang ke hatiku. Sambil mengetuk pintu. Dengan pelan. Pintu kubuka, dan kulihat sebuah buku berdebu yang ingin bertemu.

“wah, qur’an-ku… apa kabar…???” Aku menyambut al-qur’an itu. Kupersilahkan ia masuk. Bingung aku harus menyuruhnya duduk dimana. Sudah sesak dengan buku kiat sukses untuk menjadi kaya, tumpukan koran berita lowongan kerja serta berbagai barang lainnya.

Hatiku tidak luas, penuh dengan urusan-urusan dunia. Sempit, pengap, dan lembab. Kubiarkan saja ketika ia duduk dipojokan dekat jendela hati. Jendela dengan pemandangan tembok batu. Gelap sekali.

Qur’an-ku terus membisu. Wajahnya lesu. Memaksaku mengingat kembali masa-masa itu. Saat pertama kali bisa membaca ‘bismillahirrahmanirrahim’, betapa senang rasa hatiku. Ada perasaan ‘puas’ yang tak bisa dilukiskan di hati. Akhirnya… akhirnya aku tahu bagaimana mengucapkan tulisan itu!

Oh, sekarang aku sadar mengapa ia datang untuk bertamu. Qur’an-ku. Mengingatkanku untuk selalu mengenang masa itu.

Masa dimana aku sangat menghormatinya, yang selalu kubaca, kupelajari, kuhayati dalam hati, agar bisa kuamalkan sehari-hari. Karena quran-ku adalah sebaik-baiknya kitab seluruh zaman.

Tampak sekarang diriku yang sombong, tamak dan diselumuti rasa keserakahan akan kebutuhan duniawi… sudah sejak usia 5 tahun bisa membaca qur’an tapi tetap belum mau menyelesaikannya hingga khatam. Padahal membaca dan memahami seluruh isi al-qur’an, kita kan dapat memahami bagaimana semestinya aku dapat menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

Namun sayangnya…. Semua itu cuma teori. Sebab sejak kelas 1 sma, aku mulai malas untuk membacanya.

Saat ini qur’an-ku hanya tergeletak disebuah rak penuh debu. Tak pernah lagi aku membacanya.

Rupanya semakin bertambah usia, aku belum juga sadar. Tentang “ilmu tua”. Bahwa hidup sesungguhnya sederhana. Cukup ambil secukupnya. Bagikan selebihnya. Karena kita hidup didunia tak selamanya.

Qur’an-ku mulai menggeser duduknya. Ingin berdiri. Mau pergi. Tak mau kalah cepat kususul berdiri. Berlari. Menuju pintu. Menutupnya. Dan dengan segera ku kunci pintu itu. Agar ia takkan pernah pergi dari hatiku.