Thursday, 4 August 2016

Barakallah Untukmu Anakku


Barakallah untukmu anakku

Wisuda ini bukan akhir perjalanmu untuk belajar Al Quran nak..
Tapi ini adalah awal perjalannammu untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang Al Quran. Banyak hal yang harus ditelaah dari Al Quran karena hidup ini berpedoman dan berpegang dari dalam ajaran - ajaran yang terkandung di dalamnya nak…

Nak..jangan pernah bosan untuk selalu membacanya. Karena dalam setiap huruf hurufnya ada pahala yang dilimpahkan Allah untuk kita. Sehari satu lembar pun tak mengapa nak, asalkan bisa istiqomah, sesungguhnya Allah menyukai hal hal amalan kecil tetapi yang dilakukan dengan istiqomah daripada amalan yang besar tetapi hanya dilakukan sekali nak..

Nak.. Ayah Bundamu bukanlah manusia yang sempurna. Tetapi ijinkan Ayah Bundamu meletakkan pengharapan atas dirimu dan membersamaimu untuk menuju kesempurnaan pribadimu nak..

Semoga hari ini, esok dan kelak engkau menjadi manusia yang selalu terpaut dengan Al Quran. 

Inilah do’a Ayah Bundamu nak…

Thursday, 21 July 2016

Kekasihku, Sungguh aku Membutuhkan-Mu


Kekasihku, 
Bulan yang menakjubkan itu telah pergi
Meninggalkan kenangan indah Bersama-Mu 
Malam yang pendek akan kembali terasa panjang 
Lengkingan suara dari Rumah-Mu 
Berubah menjadi bisu,  
Keriangan menjadi duka cita, sebab kepergiannya.

Kekasihku,...
Aku cemburu dengan mereka,...
yang lebih banyak menangis dari tertawa
Aku cemburu dengan mereka yang terbang kelangit, 
sementara kakiku masih tertambat di dunia

Kekasihku,...
Bukannya aku tidak menyukai apa yang ada dalam genggaman,
sedang ia incaran setiap manusia
Tapi sungguh aku tidak bisa melihat keindahan didalamnya,
zahirku membutuhkannya tapi batinku,..

Hanya Engkaulah, 
Engkaulah keindahan yang sesungguhnya 
Pada-Mu lah cinta sejati disematkan, 
oleh karena itu jangan pernah abaikan aku 
Kekasihku... Sungguh aku membutuhkan-Mu.

Kisah Maha Cinta Luar Biasa


Adalah kehendak-Nya yang mempertemukan kita.
Peraturan-Nya yang memisahkan kita.
Rahmat-Nya yang mempertemukan kita.

Kisah kita bukan berawal dari facebook
Dan berakhir di dinding-dinding kursi peradilan.
Kisah kita berawal dengan murni dan sempat hampir kita mengotorinya
Tetapi sekali lagi Dia melindungi kita dari noda dalam Cinta.
Ini bukan akhir perjananan, ini awal dari kisah luar biasa sebuah kisah yang membuat iri para manusia.

Akan dimulai kisah baru bagi kami berdua.
Pengantar untuk menaiki bahtera.
Ini kisah kami, kisah dua insan yang saling mencinta.
Berlindung dari godaan pembisik dusta
Dengan mempercayakan diri pada sang Kuasa.

by Cinta Subuh 2: Maha Cinta, DAQU Movie

Tuesday, 19 July 2016

Daripada Menghabiskan Waktu Bermain Pokemon Lebih Baik Untuk Bertilawah


Akhir-akhir Juli 2016 ini, kehidupan sebagian manusia secara global terhipnotis dengan adanya fenomena games atau permainan baru berbasis smartphone atau android yaitu games Pokemon. Tidak sedikit orang-orang bersemangat tinggi memainkan permainan ini dan men-share-kannya ke publik. Ada pula yang meregang nyawa dan harta hanya untuk memenuhi nafsu memainkan permainan ini. Tidak sedikit juga yang bertaruh nyawa, harta, dan waktu yang dibuang dengan sia-sia hanya untuk memainkan permainan pokemon ini. Dan banyak pula yang membentuk komunitas-komunitas hobby daripada penggemar dan pengguna permainan ini.

Subhanaallah.. Begitu hebatnya tipuan-tipuan di dunia ini. Banyak orang yang lupa diri dan melupakan diri dan eksistensi diri. Banyak manusia sekarang yang mempunyai pikiran pendek. Mereka enggan sejenak merenungi diri dan bermuhasabah diri. Mereka enggan untuk belajar hidup sederhana, belajar berkekurangan, dan belajar bersedih. Manusia sekarang meninggalkan pembelajaran hidup kekurangan dan keprihatinan diri namun justru hanya mengejar kehidupan yang glamour dan berfoya-foya hanya untuk kesenangan yang sesaat. Banyak membuang harta, waktu, umur, dan kesempatan hanya untuk memuaskan kesenangan diri mereka sendiri yang hanya sebentar.

Kita adalah manusia yang sejatinya dibekali fitrah hati, akal dan pikiran. Marilah kita malu kepada Dzat yang telah menciptakan manusia. Marilah kita malu dan bersadar diri terhadap Dzat yang selalu Mengetahui dan Memperhatikan perilaku diri kita. Kita harus malu terhadap amanah yang telah diberikan kepada kita di dunia ini. Karena kita di anugerahi hidup bukan hanya hidup di dunia ini semata. Ada negeri akhirat yang sejatinya adalah negeri kita sesungguhnya.

Marilah kita belajar bersama untuk menjadi manusia yang bijaksana dan manusia yang tidak merugi. Belajar menggunakan sesuatu dengan bijaksana. Belajar memainkan sebuah games pokemon dengan pengendalian diri dan sekedarnya terhadap kewajiban dan hak-hak ibadah lainnya. Bukankah seperti itu jauh lebih indah dan menyenangkan.

Rasulallah bersabda: “Tidak tergelincir dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga Allah menanyakan empat hal: 1) Umurnya, untuk apa selama hidupnya dihabiskan; 2) Waktu mudanya, digunakan untuk apa saja; 3) Hartanya, darimana dia mendapatkan dan untuk apa saja dihabiskannya; dan 4) lmunya, apakah diamalkan atau tidak” ( HR. Tirmidzi, Hadist Hasan).

Hadist diatas memberikan kesempatan kepada kita untuk bagaimana menggunakan waktu kesempatan kita. Bagimana sisa umur kita yang semakin berkurang digunakan untuk apa saja. Gunakanlah hati, akan dan pikiran kita untuk menggunakan sisa umur kita terhadap kebaikan dan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi diri kita dan bagi sesama juga lingkungan.

Daripada kita menghabiskan waktu dan sisa umur bermain games pokemon yang sia-sia bagi kehidupan kita. Lebih baik memperbanyak tilawah Al-Quran di waktu dan sisa umur kita. Yang seperti itu jauh lebih baik untuk keindahan warna hidup kita di dunia dan di akhirat. Semoga bermanfaat.

Monday, 18 July 2016

Dinamika Kehidupan Membuat Hidup Lebih Indah dan Berwarna


Hidup itu indah karena berwarna. Ada warna hitam yang tenang, ada pula warna kuning yang ceria. Ada warna merah yang penuh semangat, ada pula warna putih yang penuh dengan kewibawaan. Itulah kehidupan... kehidupan manusia di dunia ini dengan penuh warna.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, tetaplah untuk selalu ikhlas, tenang dan bahagia dalam menghadapi apa pun yang telah ditaqdirkan oleh Allah SWT. Janganlah mengedepankan emosi kemarahan dan kegusaran terhadap permasalahan yang tengah dihadapi dalam keluarga, bekerja, masyarakat atau dalam berbagai hal lainnya. Marilah kita mulai merenungi dan menyadari bahwa saat orang bicara mengenai diri kita di belakang, hal itu justru adalah tanda bahwa diri kita sudah ada di depan lebih dulu dibanding mereka.

Saat orang lain merendahkan diri kita, justru itu adalah menunjukkan tanda bahwa diri kita sudah berada di tempat yang lebih tinggi daripada mereka. Saat orang bicara dengan nada iri mengenai diri kita, itulah tanda bahwa kita sudah jauh lebih baik daripada keadaan mereka. Saat orang lain membicarakan keburukan mengenai tentang diri kita, padahal kita tidak pernah mengusik kehidupan mereka, itu adalah menandakan bahwa kehidupan kita sebenarnya jauh lebih indah dan mulia daripada kehidupan mereka.

Ada ungkapan bahwa, 'Payung tidak dapat menghentikan hujan namun dapat membuat kita untuk bisa berjalan menembus hujan untuk mencapai tujuan kita'.

Terkadang hal yang tidak mungkin bagi kita bisa jadi dimungkinkah oleh kuasa Allah SWT. Tidak sedikit orang-orang yang pintar bisa gagal, juga bisa banyak orang-orang yang hebat juga bisa jatuh, namun bagi orang-orang yang selalu rendah hati dalam segala hal akan selalu mendapatkan jalan untuk menempatkan diri dengan seimbang karena kokoh pijakannya. Itulah hukum sunnah Allah atas segala rahmat dan hidayah yang diberikan kepada orang-orang yang selalu rendah hati dan selalu memuliakan kehidupan sesama manusia dan alam sekitarnya.

Tetaplah semangat dan lakukan yang terbaik dalam menjalani karunia kehidupan di dunia ini untuk selalu berharap keriadhaan dari Allah SWT.

Semoga bermanfaat...


Wednesday, 13 July 2016

Rumah Belajar Bersyukur: Karena Hidup Lebih Indah dan Berwarna


Bersyukurlah setiap waktu dan kesempatan atas segala nikmat dan karunia dari Tuhan yang telah diberikan kepada kita semua. Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menghitung segala anugerah dari Allah SWT. Mulai dari kesehatan jasmani dan rohani, ilmu yang bermanfaat, dan rezeki yang melimpah, halal, dan barokah.

Marilah kita renungkan sejenak. Bagaimana jantung kita yang terus bekerja, berdetak tanpa henti memompa seluruh darah kita untuk disebarkan ke seluruh anggota badan fisik kita. Keadaan normal orang dewasa jantung bekerja untuk berdenyut sebanyak 60-100 kali permenit. Setiap denyutan jantung akan memompa kurang lebih 70 ml darah. Rata-rata detak jantung pada orang sehat 70 kali permenit, sehingga dalam semenit jantung memompa darah sekitar 4.900 ml atau 4.9 liter darah. Jika dihitung jumlah darah yang dipompa jantung perjam adalah 249.000 ml atau 249 liter darah. Dan jumlah darah yang dipompa jantung dalam sehari adalah sebanyak 7.056.000 ml atau 7.056 liter darah perhari. Betapa sibuknya jantung kita setiap hari dan waktunya untuk mendukung kehidupan badan kita di dunia ini. Bayangkan kalau jantung kita berhenti beberapa detik saja. Tentunya kita semua bisa membayangkan apa yang terjadi pada tubuh kita.

Bukan hanya jantung saja, bagaimana paru-paru kita selalu bekerja, gainjal kita yang terus menyaring sari makanan dan minuman yang kita makan, bagaimana usus dan lambung kita yang setiap hari terus bekerja. Bagaimana organ-organ lainnya yang secara terus menerus bekerja untuk kehidupan kita. Mereka semua patuh dan tunduk terhadap perintah Allah SWT untuk bekerja mengabdi kepada kita untuk terus hidup di dunia ini sampai pada waktunya kita akan kembali.

Betapa banyaknya oksigen dan nitrogen yang gratis setiap saat dan waktu bagi kita. Tidak perlu membayar dan tanpa syarat apapun. Silahkan diambil dan dihirup sebanyak-banyaknya dan semaunya. Melimpahnya air bersih dan sumber makanan hewan dan tumbuhan. Silahkan diambil dan dimakan karena semuanya untuk mendukung kehidupan manusia di dunia ini. Apakah kita masih bisa menghitungnya atas semua itu, kemampuan kita hanya bisa menghitung apa yang kita lihat dan rasakan saja. Karena keterbatasan kita sebagai manusia.

Betapa sombong dan angkuhnya kita selama ini hidup di dunia ini. Selalu lupa akan segala kenikmatan dan anugerah yang diberikan oleh-Nya. Kita sering memalingkan dan mudah melupakan segala perintah dan larangannya. Bukankah sebagai orang baik dan berakhlak mulia, kita seharusnya memberikan yang terbaik kepada yang memberikan segala sesuatu kepada kita? Kenapa hanya kepada manusia saja kita membalas jasa baik mereka yang telah berjasa kepada kita? Bukankah ada yang jauh lebih besar yang memberikan segala keperluan kita?

Bersyukurlah setiap waktu dan kesempatan tanpa henti dan terus menerus, hanya dengan bersyukurlah kita memuliakan diri kita untuk berterima kasih kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya. Hanya itulah yang bisa kita berikan kepada Allah SWT untuk membalas-Nya. Implementasikanlah rasa syukur kita melalui hati, lisan dan perbuatan untuk melaksanakan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.

Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Bersyukur adalah perintah syariat dari Allah SWT. Kita yang selalu melaksanakannya diberikanlah ganjaran dan kebaikan bagi kita dan keluarga kita. Bagi yang mengingkarinya karena kesombongan dan ketamakan, diberikanlah balasan azab yang pedih.

Marilah jadikanlah Rumah kita sebagai Rumah Belajar Bersyukur atas segala nikmat dan karunia dari Allah SWT. Karena hidup ini lebih indah dan berwarna. Griya  Dayu adalah Rumah Belajar Karena Hidup Lebih Indah dan Berwarna.



Friday, 1 July 2016

Waktu Yang Terlewatkan Tidak Akan Pernah Kembali Lagi


Sahabatku, waktu yang telah kita lewati tidak akan pernah kembali lagi, setiap detik, setiap menit, semua waktu tersebut akan menjadi lampau. Kita sebagai manusia yang bijak dan berilmu yang telah dikaruniai akal dan pikiran, marilah selalu kita isi waktu-waktu kita dengan hal-hal kebaikan dan ibadah kepada Allah SWT. Bagi kita kebahagiaan di dunia dan di akhirat lebih utama daripada segala keinginan nafsu kita.

Allah berfirma dalam surat Al-Ashr:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat menasehati dalam mentaati kebenaran dan nasehat menasehati dalam menetapi kesabaran."

Semoga kita selalu dalam lindungan dan hidayah dari Allah SWT. Semoga bermanfaat

Thursday, 30 June 2016

Jadilah Pohon Yang Berbuah Manis


Kita sebagai manusia yang hidup diibaratkan seperti pepohonan yang tumbuh di alam.

Pohon yang tumbuh diawali dengan tumbuh dan bergeraknya akar yang kuat. Dengan tersedianya nutrisi dan gizi yang diberikan oleh tanah, maka akar tersebut akan terus sedikit demi sedikit akan tumbuh menjadi batang dan daun kecil. Begitulah dengan kita yang tumbuh sejak kecil dengan pondasi fisik dan mental yang kuat akan terus tumbuh berkembang menjadi anak-anak.

Pohon yang kecil akan terus tumbuh semakin besar dengan batang dan tangkai yang kuat, dau-daun yang segar dan kehijauan. Memberikan kesegaran dan kesejukan kepada semua makhluk yang disekitarnya. Kita terus tumbuh dari masa anak-anak, tumbuh menjadi masa remaja, terus tumbuh menjadi masa muda yang segar bugar dengan fisik yang sempurna. Dengan semangat yang membara untuk menggapai cita-cita yang tinggi. Berjuang melawan halangan dan rintangan untuk menggapai satu tujuan cita-cita.

Pohon muda terus tumbuh menjadi besar, memberikan batang dan kuncup bunga yang indah. Yang memberikan buah yang muda, lebat, dan manis. Yang ditunggu oleh makhluk sekitarnya untuk kebutuhan mereka. Begitu juga kita yang tumbuh menjadi dewasa dan beranjak sedikit demi sedikit menjadi tua. Sebagai manusia yang sudah tua hendaknya memberikan kebaikan kepada sekitarnya dengan pengayoman dan kesejahteraan baik lahir maupun bathin. Berguna dan bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan.

Pohon yang berbuah manis dan lebat, banyak dilempari batu oleh orang lain.



Monday, 27 June 2016

Rumah Belajar: Karena Hidup Lebih Indah dan Bermakna


Rumah ibarat istana. Ya sebuah istana bagi keluarga dalam membina kehidupan di dunia ini bahkan dengan harapan bisa bersama-sama sampai ke negeri akhirat nanti. Bahkan juga ada yang populer mengatakan bahwa ‘rumahku adalah istanaku’, ‘rumahku adalah surgaku’. Betapa tingginya kemuliaan dan kemanfaatan sebuah rumah bagi sebuah keluarga. Karena memang sebuah rumah adalah kebutuhan primer yang utama dibandingkan dengan kebutuhan primer lainnya bagi setiap manusia.

Memiliki rumah yang indah, bersih, nyaman, sederhana, dan bersahaja merupakan dambaan setiap orang dan keluarga. Berawal dari sebuah keluarga lah semua pendidikan dasar dimulai dalam mewujudkan manusia-manusia yang baik maupun tidak baik. Di sebuah rumahlah kita semua tumbuh berkembang. Berawal dari diri yang masih kecil sampai pada diri kita yang semakin tua. Ya.. rumah adalah bahtera kita untuk hidup.

Jadikanlah rumah-rumah kita untuk menjadi rumah-rumah pembelajaran. Rumah yang memberikan kemanfaatan bagi kehidupan dan perkembangan anggota keluarga kita. Menjadikan rumah yang selalu senantiasa di rindukan oleh seluruh anggota keluarganya. Menjadikan rumah sebagai awal perubahan peradabaan bangsa dan negara yang lebih berkualitas. Penuhilah rumah-rumah kita dengan kebaikan dan keberkahan. Datangkanlah kualitas keberkahan itu dari segala penjuru melalui doa dan tingkah laku kita.

Isilah rumah kita dengan keanekaragaman warna kehidupan dan kehalalan dalam kesederhanaan. Hiasilah rumah kita dengan hiasan yang membahagiakan dunia dan di akhirat. Buanglah segala keegoan, kesombongan, kemunafikan, keserakahan, kebejatan dalam rumah kita. Karena hal-hal negatif itulah yang akan meracuni semua anggota keluarga kita dalam keterpurukan.

Sayangilah dan cintailah seluruh anggota keluarga kita, dengan cinta dan kasih sayang yang murnilah, karunia generasi penerus yang berkualitas dewa akan datang dengan sendirinya kepada kita dari keridhaan-Nya. Bimbinglah mereka semua menuju kemandirian dan kedewasaan.

Hidup ini begitu indah dan beraneka warna. Kebahagiaan dan kesedihan, kemanisan dan kepahitan, kecintaan dan kebencian, kejujuran dan kemunafikan, kasih sayang dan kedurhakaan. Pilihlah jalan yang lurus dan sesuai dengan keridhoaan-Nya. Karena kewajiban kita untuk menjalani manis pahitnya kehidupan di dunia ini.

Jadikanlah rumah kita sebagai rumah belajar, karena hidup lebih indah dan berwarna. Untuk menyongsong hari esok yang lebih gemilang. Semoga bermanfaat.

Thursday, 23 June 2016

Botol yang Sama dengan Isi yang Berbeda, Harga pun juga Berbeda


Sebotol minuman yang berisi dengan air putih hanya dihargai sekitar 3 ribuan. Namun berbeda jika botol tersebut, isinya dibuang dan diganti dengan madu tentunya harganya mungkin sekitar 20 ribuan. Begitu juga apabila isinya diganti lagi dengan sirup, tentu harganya juga berbeda pula. Walaupun dengan ukuran botol yang sama dan model yang sama, dengan isi yang berbeda-beda, harganya berbeda pula di hadapan pembelinya. Pembeli lebih memprioritaskan isinya daripada wadah botolnya.

Analogi di atas memberikan pengetahuan kepada kita, bahwa kita sebagai manusia yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk ciptaan-Nya, mempunyai wadah dengan bentuk dan model yang sama. Namun satu dengan yang lainnya akan memberikan harga yang berbeda-beda di hadapan Tuhan. Selayaknya analogi botol di atas, Tuhan pun akan menghargai kita dari isinya bukan hanya dari bentuk fisik dan modelnya. Itulah sebuah kebijaksanaan Tuhan yang Maha Adil.

Seseorang yang memiliki ilmu dan akhlak yang baik tentunya akan mempunyai kualitas harga yang tinggi dibanding seseorang yang sedikit ilmunya dan mempunyai akhlak yang kurang baik. Demikian juga seseorang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat akan berbeda kualitas harganya daripada seseorang yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang lemah di hadapan Allah SWT.

Dalam surat Al-Hujurat:49, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Ayat di atas dijelaskan bahwa orang yang paling mulia diantara manusia lainnya baik laki-laki maupun perempuan adalah orang yang paling bertaqwa. Bertaqwa artinya manusia yang beriman kepada Allah SWT serta menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi dari segala larangan-Nya. Orang yang beriman dan bertaqwa selalu mencerminkan akhlak dan kebajikan yang mulia bagi sesama dan alam sekitarnya. Akhlak yang selalu mengikuti dan meneladani akhlak yang mulia dari Rasulallah SAW di segala bidang di kehidupan sehari-hari dalam keluarga ataupun dalam masyarakat.

”Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ketimur dan kebarat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang-orang yang beriman kepada Allâh, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalnan (musafir), peminta-minta dan utuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji ketika berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan masa perang. Maka mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang benar-benar bertaqwa”(QS al-Baqarah [2]: 177).

Itulah yang membedakan nilai seseorang dengan manusia lainnya di hadapan Tuhan semesta alam. Bukan dinilai dari postur tubuh dan model pakaian serta materi yang dipunyainya. Semoga bermanfaat.

Wednesday, 22 June 2016

Saya ingin bersedekah, Sekiranya Saya Bisa Kembali Hidup di Dunia


Ketika manusia telah menemui ajalnya atau umurnya di dunia, maka segalanya akan terputus dari semua apa yang dia miliki. Materi yang sangat banyak, keluarga yang sangat dicintainya, saudara dan teman-temannya yang baik kepadanya, bahkan tahta atau jabatannya yang diagung-agungkan. Semuanya tidak bisa ikut bersama menuju ke alam berikutnya yaitu alam barzah. Mereka semua hanya bisa mengantarkan si mayit sampai pada liang lahat di makamnya. Setelah penguburannya selesai, mereka pun akan meninggalkannya dalam kesendirian.

Di dalam Islam, Allah SWT maha Perkasa dan Maha Bijaksana. Tidak akan membiarkan semua hamba-Nya yang telah menjalani kehidupan dengan ikhlas di dunia dan di akhirat nanti dalam kesendirian. Di anugerahkan kepada kita, ketika kita meninggal, maka kita akan di dampingi oleh 3 hal yang senantiasa mendampingi kita. Tiga perkara tersebut adalah sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakannya.

Allah berfirman dalam QS Al-Munafiqun 10, “Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah...".

Dalam quran tersebut, dijelaskan bahwa ada orang yang meninggal yang memohon untuk dihidupkan kembali ke dunia walaupun sedikit waktu, maka ia ingin mengerjakan sedekah jariyah. Di sisi lain, kenapa orang yang meninggal tersebut tidak meminta hal-hal yang lainnya, seperti ingin melakukan ibadah umroh, berhaji, ataupun mengerjakan sholat atau puasa dan zakat. Namun hanya ingin bersedekah saja yang dimintanya. Dijelaskan oleh para ulama, bahwa mengapa orang yang telah meninggal tersebut ingin bersedekah karena dia telah melihat betapa besarnya pahala dan kebaikannya daripada sedekah jariyah. Itulah sebabnya mengapa si mayit ingin sekali diberi kesempatan lagi walaupun sedikit waktu untuk hidup ke dunia lagi yang hanya ingin melakukan amal sedekah jariyah.

Kita sebagai seorang mukmin yang ingin mendapatkan bahagia di dunia dan di akhirat hendaklah selalu memperbanyak sedekah jariyah. Walaupun besar dan sedikit, walaupun dalam keadaan lapang dan sempit, walapaun dalam keadaan bahagian dan kesedihan. Semuanya diperuntukkan untuk mengharapkan keridhaan Allah SWT. Dengan memperbanyak sedekah jariyah, insyaallah kita selalu berada di dalam naungan sedekah yang telah kita lakukan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)

Bersedekahlah untuk kita dan untuk atas nama orang-orang yang sudah meninggal diantara kita, keluarga kita, saudara-saudara kita. Karena sesungguhnya mereka semua yang telah meninggal sangat berharap sekali untuk kembali ke dunia agar bisa melakukan sedekah jariyah dan beramal sholeh. Kita sebagai orang yang menyayangi mereka maka wujudkanlah harapan-harapan mereka agar mereka selalu mendapatkan kebahagiaan di sana.

Amalan ini sesuai dengan hadis nabi Muhammad SAW, dikisahkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim)

Kita sebagai makhluk yang dianugerahi ilmu, akan dan pikiran, mari kita ajarkanlah kepada anak-anak kita, keluarga kita, orang-orang yang kita cintai dan sayangi untuk gemar bersedekah kepada sesama yang membutuhkan dan kepada alam sekitarnya. Bersedekah adalah wujud nyata kepedulian kita kepada sesama yang membutuhkan dan juga bagi alam sekitarnya. Insyaallah dengan sedekah akan membuat mereka semua menjadi ikut berbahagia. 

Muslim yang gemar bersedekah jariyah, akan memuliakan dirinya sendiri, keluarga, dan alam sekitarnya. Itulah cerminan manusia seutuhnya yang selalu bersyukur terhadap segala yang dimilikinya. 
Wallahu a'lam bishowab.

Tuesday, 21 June 2016

Al-Quran: Bersyukur Aku Bisa Bersamamu


Bahasa indah dari Rabb semesta alam
Menyajikan ramuan cinta yang sesungguhnya
Memaknai indahnya kehidupan
Agar hidup semakin hidup dan berarti

Bahasa indah penyejuk jiwa
Terpesonakan rangkaian indah kalimah-Nya
Terjanjikan pahala dan barokahnya
Teristiqomahkan pembaca yang terpilih oleh-Nya

Adakah kerinduan kita
Untuk selalu merajut hati dengan indahnya kalam Rabb semesta alam
Kesucian yang harus selalu ada dijiwa
Agar waktu tak sia-sia tanpa Quran di samping

Sayup-sayup surat terdengar
Menggugah amanat-amanat yang terpendam
Menjelaskan kisah
Dan menceritakan sejarah yang benar

Ia terjaga karena Allah menjaganya
Pedoman hidup
Tatanan hidup
Pola hidup
Yang menghidupkan daripada yang redup

Qur'anku
Bersyukur aku bisa bersamamu
Semoga Allah istiqomahkan aku
Untuk bisa membaca, menghafal, mentadaburi dan mengamalkanmu

Qur'anku....
Jangan jauhkan aku darimu
Dekap erat jiwaku
Agar Allah bersamaku dan bersama semuanya selalu
Sekali lagi istiqomahkan aku...

"Biarkan keistiqomahan kita menjadi saksi cinta kita pada Rabb semesta melalui lantunan kalam ilahi yang membumi sejuz sehari tiap hari"

Ramadhan: Tarbiyah Jasmaniyah, Tarbiyah Fikriyah, dan Tarbiyah Qolbiyah


Marhaban ya ramadhan. Bulan yang suci penuh dengan pengampunan, bulan penuh kebahagiaan bagi orang-orang yang beriman. Dan bulan penuh pendidikan bagi diri dan keluarga muslim. Pendidikan dalam segala hal dan kepribadian umat muslim. Di samping sebagai bentuk ibadah dan rukun iman ketiga, bulan ramadhan memberikan pembelajaran bagi orang-orang yang melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Karena bulan ramadhan adalah bulan tarbiyah.

Ramadhan sebagai tarbiyah jasmaniyah. Ya.. bulan ramadhan adalah bulan pendidikan untuk jasmani kita, fisik dan badan kita. Bagaimana orang yang berpuasa diberikan pendidikan dalam kedisplinan waktu dari jasmani ini. Ada waktu saatnya sahur dan makan, ada juga waktu yang saatnya untuk berbuka puasa. Hal ini harus dilakukan dengan disiplin bagi yang berpuasa. Ada saatnya melaksanakan shalat tarawih. Semua kegiatan dalam ramadhan dilaksanakan dengan tepat waktu dan penuh dengan kedisiplinan.

Begitu juga dengan keadaan badan jasmani kita yang obesitas atau kelebihan berat badan. Dengan beristirahat sebentar tubuh ini dari makan dan minum justru akan memberikan kekuatan dan kesehatan bagi tubuh ini. Badan yang terlalu banyak lemak lebih riskan terhadap berbagai penyakit yang dengan mudah menyerang tubuh. Dengan berpuasa secara teratur, badan ini dilatih untuk mengurangi lemak dan menghilangkan racun-racun tubuh (Detoks) secara alami. Sehingga imunitas tubuh semakin meningkat dan sehat. Bukankah puasa itu sangat menyehatkan?

Ramadhan sebagai tarbiyah fikriyah. Bagaimana akal dan pikiran dilatih secara khusus dengan datangnya bulan ramadhan. Bagi orang yang melaksanakan puasa, diberikan pendidikan bagaimana dengan mengendalikan pikiran-pikiran kita. Membuang pikiran-pikiran negatif dan meningkatkan pikiran-pikiran yang positif. Betapa indahnya puasa ketika kita dilatih untuk membuang pikiran-pikiran kita yang jelek. Membuang kesombongan, keiridengkian, dan ketakaburan diri kita. Menggulung jadi satu pikiran-pikiran yang negatif dan membuangnya jauh-jauh dari kita. Karena hal tersebut adalah salah satu keutamaan dan diterimanya puasa kita kepada sang Pencipta. Dengan demikian secara perlahan dan pasti, kita yang berpuasa akan dilatih untuk mempunyai pikiran yang positif dan baik.

Ramadhan adalah tarbiyah qolbiyah. Ketika dalam melaksanakan puasa ramadhan, dalam tarbiyah jasmaniyah dan tarbiyah fikriyah telah kita lalui, secara simultan kita akan diberikan tarbiyah qolbiyah kita. Bagaimana puasa memberikan pendidikan hati kita. Melatih qalbu kita untuk lebih meningkatkan pengendalian diri dari nafsu-nafsu kita. Menekan ke titik terendah dari nafsu-nafsu negatif kita, dan mendorong setinggi-tingginya nafsu-nafsu yang baik dari diri kita. Karena memang nafsu dalam diri manusia tidak bisa dihilangkan namun hanya bisa kita kendalikan. Insyaallah dengan mengabaikan nafsu negatif kita dan memunculkan nafsu positif kita, maka hidup kta lebih tenang, damai, dan terarah menuju bimbingan dari Allah SWT. Keimanan jiwa dan hati kita pun akan semakin meningkat dan penuh ketaqwaan.

Mudah-mudahan tarbiyah-tarbiyah dari bulan ramadhan ini bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari kita, sampai dengan selesainya ramadhan ini, dan berlangsung terus menerus. Kita sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan dan kejelelakan baik dimata sesama maupun di hadapan-Nya, insyallah dengan menerapkan tarbiyah-tarbiyah tersebut kita akan dijadikan manusia-manusia yang berakhlak baik dan menyenangkan bagi sesama, bagi alam, dan tentunya menyenangkan sebagai makhluknya Allah SWT.

Ibarat ulat yang melakukan puasa kepompong untuk menjadi kupu-kupu cantik dan indah yang menyenangkan bagi semua makhluk yang melihatnya. Wallahu a'lam bishowab.

Monday, 20 June 2016

Mumpung Masih Ada Kesempatan Buat Kita Mengumpulkan Bekal Perjalanan Abadi


Melihat berita dan tayangan televisi tentang musibah banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah, minggu, 19 Juni 2016. Begitu memprihatinkan dan menyedihkan melihat mereka menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor. Di kabupaten Kendal dan Kabupaten Purworejo. Menggoreskan kesedihan hati yang berkepanjangan dalam kehidupan di masyarakat dan negara kita. Itupun hanya salah satu saja dari sekian banyaknya bencana alam yang telah terjadi di negara tercinta Indonesia ini.

Kita adalah makhluk manusia yang memiliki banyak kekurangan. Tak ada daya yang patut kita bangga-banggakan di hadapan-Nya. Ketika kita diberikan ujian dan musibah dari yang maha Kuasa, barulah kita menyadari apa perbuatan dan kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dari dulu sampai sekarang. Apakah kesadaran dan keinsyafan kita haruskah menunggu Tuhan yang mencubitnya, bukankah kita telah diberikan akan dan pikiran untuk memikirkan semua kenikmatan dan anugerah-Nya?

Allah berfirman dalam surat Ar-Ruum:41 “Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Dalam surat tersebut telah jelas bahwa segala musibah dan bencana adalah akibat dari ulah tangan manusia sendiri yang tidak bertanggungjawab. Telah banyak sekali yang tidak bisa kita hitung satu persatu kerusakan-kerusakan alam, akhlak, budaya, norma, yang justru dilakukan oleh manusia sendiri. Begitu banyak kekerasan dan kekejian terhadap alam ini yang dilakukan oleh manusia yang hanya untuk kepentingan sesaat dan nafsu belaka.

Ketika nasi sudah menjadi bubur, itulah perumpamaan ketika kita sudah terlanjur terhadap kerusakan-kerusakan yang telah kita lakukan. Dan hanya meninggalkan penyesalan selama-lamanya. Janganlah menunggu kemarahan alam yang lebih besar lagi. Marilah kita segera bersujud, memperbaiki jiwa dan akhlak kita, memperbaiki diri kita untuk menjadi yang lebih baik. Marilah kita jaga alam kita, tempat kita hidup di bumi ini. Kita lawan oknum-oknum perusak alam kita. Orang-orang yang tidak berdosalah yang akan ikut menjadi korban dari kerusakan-kerusakan alam yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Save my earth.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu) (QS asy-Syuura:30).

Bersyukurlah kita yang masih diberikan waktu. Masih diberikan kenikmatan dan kesempatan hidup didunia ini. Kita perbaiki diri akhlak dan tingkah laku kita yang penuh dengan kesombongan dan keiridengkian. Umur yang masih tersisa gunakan selalu untuk berdoa dan beribadah kepada Tuhan untuk mengumpulkan bekal menuju perjalanan yang abadi. Semoga kita selalu diberikan bimbingan dan dijauhkan dari segala musibah dan bencana. 

Friday, 17 June 2016

Begitu Berat Kaki dan Badan Ini Melangkah ke Masjid


Sebuah nasehat untuk muhasabah dan memotivasi diri

Untukmu Anakku
Tahukah kamu nak… perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan menunaikan ibadah dan kewajiban ke masjid. Sebab banyak orang kaya yang tidak sanggup melaksanakan dan mengerjakannya. Jangankan yang sehari lima waktu, bahkan yang seminggu sekali pun banyak yang terlupa. Bahkan tidak jarang pula yang hanya seumur hidup pun tidak pernah singgah ke sana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan dengan kepintaran akan untuk menuju ke masjid. Banyak orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu  untuk menemukannya. Walaupun mereka mampu mencari  ilmu hingga ke negeri cina, bahkan Eropa ataupun Amerika, dengan semangat membara dan mudah melangkahkan kakinya ke Jepang, Australia, ataupun Korea. Namun ke Masjid tetap saja perjalanan yang sulit dan tidak mampu mereka tempuh walaupun telah bergelar sarjana atau doktor.

Perjalalan terjauh dan terberat adalah perjalanan dengan semangat membara menuju ke Masjid. Banyak para pemuda kuat dan bertubuh sehat yang mampu menaklukkan puncak-puncak Gunung tertinggi, mereka pun sering mengeluh ketika diajak untuk datang ke Masjid. Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yang berucap tidak nyaman dicap sebagai orang alim, dan sebagainya.

Perjalalan terjauh dan terberat adalah sejatinya perjalanan penuh dengan keikhlasan menuju ke masjid, maka berbahagialah dirimu wahai anakku… Bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki dan badanmu ke Masjid. Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kakimu, tidak ada perjalanan yang paling kami banggakan selain perjalananmu ke Masjid.

Biar aku beri tahu rahasia kepadamu, sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan untuk menjumpai Rabbmu. Perjalanan untuk bermunajat kepada Penciptamu. Perjalanan menuju kemuliaanmu sebagai mahluk yang beribadah kepada Rabbmu. Itulah perjalanan yang diajarkan oleh nabimu, serta perjalanan yang akan membedakanmu dengan orang-orang yang sedang tidur dan lupa diri akan Tuhanmu.

Perjalalan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid. Maka lakukanlah dengan istiqomah mengharap keridhaan walaupun engkau harus merangkak dan tertatih-tatih dalam gelap dan dinginnya subuh demi mengenal dan menemui Rabbmu.

Teruntuk keluargaku, anak cucuku, saudara-saudaraku, dan saudara seimanku. Semoga selalu diberikan kekuatan dan hidayah sebagai pejuang shubuhmu.

Thursday, 16 June 2016

Kajian Ilmu Tidak Harus di Ruang Kuliah atau sekolah


Belajar atau mengkaji ilmu dan pengetahuan tidak harus dilakukan di ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, ruang seminar, atau sekolahan. Di sebuah warung atau kedai kopi pun dapat dilakukan diskusi dan pembelajaran dalam membedah beberapa buku-buku dan kajian-kajian ilmu dan buadaya. Kajian dapat dilakukan sembari minum kopi dan susu rempah yang hangat dengan ditemani cemilan-cemilan jajanan yang nikmat dan lezat. Hidangan pisang goreng dan ubi rebus begitu pula nasi goreng spesial ataupun mie goreng sesuai dengan keinginan kita.

Di sebuah kedai atau warung yang kecil, berkumpul bersama dengan anak-anak muda yang juga mempunyai kegemaran ngopi bersama sembari berdiskusi dan mengasah kreatifitas dalam belajar mendengar dan menulis kreatif. Dengan diskusi yang panjang dan lebar penuh dengan canda dan tawa, seolah menghilangkan beban-beban kehidupan dalam keakraban bersama. Malam pun tak terasa membawa kita dalam kelarutan malam yang semakin dingin dan menusuk tulang mengiringi keashikan diskusi tentang fenomena sosial budaya dan humanistik yang terjadi di sekitar kita.

Semoga aktivitas keilmuan seperti ini yang dilakukan di malam bulan puasa sembari menunggu waktu sahur dapat dihitung oleh Allah sebagai ibadah berdzikir yang lebih dari seribu dzikir karena seribu kata telah terungkap menambah silaturahmi dan rasa syukur pada Allah.

Wednesday, 15 June 2016

Anak Yatim Piatu Bagaikan rumput di pinggir Jalan, Sayangi dan Peliharalah Mereka


Rumput di pinggir jalan, sendirian dalam kepanasan dan kedinginan, tak ada induk yang meneduhi dirinya. Menangis sendirian dalam terpaan angin dan polusi jalan. Kadang terinjak-injak kaki yang bersepatu mengkilat, kadang dicabut oleh tangan-tangan yang memakai gelang dan jam tangan yang mahal. Tak terurus dan terabaikan dalam kesedihan.

Yah.. itulah sedikit gambaran tentang seorang anak yatim piatu. Berpacu dalam kesedihan dan kesenduan dalam menatap masa depan. Masa depan yang mungkin suram bagi dirinya. Kesempatan yang juga mungkin hilang bagi dirinya. Yang juga ingin berjuang meraih keemasan dengan yang lainnya. Namun, tetap percaya pada perkasa Tuhan yang mampu menghapus semua kesempitan. Percayalah pada kekuatan Tuhan untuk urusan masa depanmu itu. Tetaplah tegar penuh senyuman menghadapi rumitnya kehidupan.

Allah SWT berfirman sebanyak 23 kali tentang kemiskinan dan yatim piatu, salah satunya pada surat Al-Baqarah 215: “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkah-kan. Jawablah, ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan, hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan kebaikan apa saja yang kamu buat, maka sesungguh-nya Allah Maha Mengetahuinya.”

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah SWT, memberi nafkah anak yatim piatu adalah salah satu kewajiban bagi kita yang berkecukupan. Kewajiban dan tanggung jawab kita semua dan juga pemerintah dalam memberikan perhatian dan pembelaan agar mereka tetap hidup layak seperti kita, belajar dengan nyaman, dan juga bisa bergembira seperti anak-anak lainnya. Bukan justru merendahkan dan menghina mereka.

Baginda nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan kita semua, beliau sangat mencintai dan menyayangi kepada anak yatim piatu. Salah satu sabda beliau adalah “Aku dan pemeliharaan anak yatim, akan berada di syurga kelak”, sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya. (Hadis riwayat Bukhori). Betapa cintanya beliau kepada anak-anak yatim piatu.

Sebagai seorang muslim, marilah kita mulai membuka mata dan hati kita, yang telah diberikan kenikmatan kelapangan dan berkecukupan. Kita gerakkan hati, tangan, dan kaki kita untuk melangkah dan peduli mengambil tanggung jawab sebagai orang tua bagi mereka anak-anak yatim piatu yang sangat membutuhkan. Sisihkanlah selalu penghasilan untuk kita kumpulkan dan diberikan ke pondok-pondok pesantren yatim piatu. Kunjungan kita, santunan kita kepada mereka adalah harapan yang besar bagi mereka untuk bisa hidup layak seperti manusia lainnya dalam menyongsong masa depan yang gemilang.

Tidak ada balasan bagi orang menyantuni anak yatim piatu selain syurganya Allah SWT. Dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Memuliakan mereka akan memberikan kemuliaan hidupmu dan juga keluargamu. Waallahu a'lam bi showab.

Tuesday, 14 June 2016

Ajarilah Anak Ketrampilan Tambahan Yang Tidak di Dapat dari Sekolah


Mempunyai anak yang pandai dan berprestasi dalam segala bidang tentunya adalah dambaan bagi semua orang tua. Terlebih mempunyai anak yang memiliki ketrampilan dan bakat tertentu yang jarang dikuasai oleh anak-anak lainnya. Kita sebagai orang tua akan sangat bangga mempunyai anak seperti itu. Si anak pun juga merasa senang dan lebih percaya diri dibanding dengan teman-temannya.  

Belum banyak sekolah-sekolah formal yang memberikan materi tambahan tentang bakat dan ketrampilan. Karena memang penyelenggaraan materi di sekolah mengacu dan menggunakan kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hanya pelajaran-pelajaran formal saja yang disampaikan di sekolah-sekolah. Sehingga banyak anak-anak didik di sekolah yang minim memiliki bakat dan ketrampilan selain yang didapat dari sekolah. Karena di sisi lain, dengan memiliki bakat dan ketrampilan tertentu merupakan pintu gerbang kesuksesan seorang anak di masa depannya.

Sebagai orang tua, sudah seharusnya mulai mengidentifikasi ketrampilan dan bakat lahiriah sang anak. Bisa dengan melihat apa yang disukainya dan apa yang bisa dikuasainya. Ataupun bisa dengan menumbuhkan ketrampilan dan bakat lainnya yang mungkin belum nampak pada dirinya melalui pelatihan atau kursus tertentu. Sesuai dengan keinginan dan kemauan dari sang anak. Dan juga keahlian lainnya yang belum bisa dilakukan oleh sang anak.

Mulailah dengan memunculkan bakat dan ketrampilan sang anak dengan mengajari sendiri oleh orang tuanya. Tentunya sesuai dengan skill yang dimiliki oleh orang tuanya. Nah.. disinilah dibutuhkan orang tua yang memiliki seribu keahlian. Apabila orang tua belum punya keahlian-keahlian tersebut, maka harus belajar lebih luas untuk memiliki keahlian-keahlian tersebut. Kita sebagai orang tua harus rela melakukan apapun untuk bisa membimbing dan mengajari sendiri anak-anak kita dengan ketrampilan tambahan. Sebagai contoh, anak harus bisa renang, maka kita sendiri yang mengajarinya dalam belajar berenang sampai bisa dan mahir. Begitu juga dengan ketrampilan-ketrampilan lainnya.

Orang tua sendiri perlu menunjukkan kemampuan dalam melakukan ketrampilan yang akan diajarkan kepada si anak. Dengan orang tua sendiri yang mengajari si anak akan lebih membawa percepatan psikis dan penguasaan si anak. Dan si anak pun akan semakin semangat dan senang dalam belajar menguasai ketrampilan-ketrampilan tersebut. Banyak ketrampilan tambahan yang harus dikuasai oleh sang anak, sebagai bekal tambahan di masa depan nantinya. Diantaranya adalah keahlian berenang, keahlian dalam bidang olahraga, bidang keagamaan, bidang musik, dan bidang-bidang lainnya. Namun fokuskanlah pada salah satu ketrampilan dan bakat yang ditonjolkan oleh sang anak.

Penguasaan ketrampilan dan bakat tertentu adalah salah satu kunci pintu keberhasilan dan kesuksesan di masa depan. 

Guruku Tersayang: Kami Menyayangimu


Mendengar makin banyaknya kasus yang terjadi pada guru akhir-akhir ini, membuat saya prihatin dan miris terhadap degradasi moral yang makin merosot. Seorang guru yang tulus berjuang dalam mendidik siswa-siswanya yang diamanatkan oleh orang tuanya, namun disisi lain justru dilecehkan oleh oknum orang tua siswa yang dangkal pengetahuan, moral, dan agamanya.

Bagi saya, guruku adalah seperti pelita yang memberikan pancaran cahaya ilmunya dengan ikhlas dan penuh kasih sayang. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dan dari kebodohanku menjadi kepintaranku. Merekalah guru yang mau menegur anak didiknya ketika salah dan keliru, membimbing dan mengajari ketika anak didiknya belum bisa untuk menjadi bisa.

Sangat keji dan keliru sekali apabila ada oknum orang tua yang justru mempidanakan seorang guru yang menegur dan memperingatkan anaknya yang salah. Sangat biadab sekali oknum orang tua yang justru melecehkan guru dari anaknya yang berbuat salah  dan keliru. Teguran guru, cubitan guru yang tidak sakit, tamparan guru yang tidak sakit dimaksudkan semata-mata untuk memperbaiki dan mendidik moral dan tingkah laku anak yang keliru dan salah. Bukankah begitu mulia maksud dari guru tersebut, karena dia sayang sama anak-anak didiknya, makanya dia ingin anak didiknya menjadi orang-orang yang baik.

Dengan mendengar lagu ini, semoga lebih mengingatkan kita dan tersentuh akan jasa-jasa guru kita:

Pagiku Cerahku
Matahari bersinar
kugendong tas merahku
di pundak

Selamat pagi semua
kunantikan dirimu
di depan kelasmu
menantikan kami

Guruku Tersayang
Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis
Mengerti banyak hal
Guruku terimakasihku

Nyatanya diriku
Kadang buatmu marah
Namun segala ma'af
Kau berikan

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang baik dan bijak terhadap para guru yang telah kita beri amanah untuk turut serta mendidik anak-anak kita untuk menjadi orang yang baik dan berkualitas moral yang tinggi.

Orang yang memuliakan guru dari anak-anakmu, akan menjadikan kemuliaan dirimu dan keluargamu. Insyaallah..